Pernahkah Anda berdiri di kaki bukit dan bertanya-tanya seberapa curam bukit itu sebenarnya? Kalkulator persentase kemiringan mengubah dua pengukuran sederhana, yaitu tinggi naik dan jarak mendatar, menjadi satu angka yang bisa langsung dibandingkan, tanpa busur derajat. Baik Anda sedang meratakan lahan, memeriksa ramp terhadap peraturan, maupun mengonversi bacaan lama tinggi-per-jarak menjadi angka kemiringan jalan modern, beberapa rumus yang sama akan membawa Anda ke hasilnya.
Cara menghitung persentase kemiringan dari tinggi naik dan jarak mendatar
Setiap tanjakan, dari jalur landai sampai atap curam, bergantung pada dua pengukuran: seberapa tinggi permukaan itu naik dan seberapa jauh jarak mendatarnya. Setelah memiliki keduanya, mencari persentase kemiringan hanyalah aritmetika, bukan tebakan. Satu angka itu menggambarkan kecuraman permukaan jauh lebih baik daripada sekadar memperkirakan dengan mata.
- Ukur tinggi naik (rise), yaitu perubahan elevasi vertikal antara dua titik Anda. Jadikan negatif jika medannya menurun, bukan menanjak.
- Ukur jarak mendatar (run), yaitu jarak horizontal yang ditempuh pada bentang yang sama. Sebagian acuan menyebut pasangan ini tinggi vertikal terhadap panjang horizontal, atau jarak vertikal terhadap jarak horizontal; istilahnya berubah, tetapi hitungan dasarnya tidak.
- Bagi tinggi naik dengan jarak mendatar, lalu kalikan 100 untuk mengubah bentuk desimal itu menjadi persentase.
Jika dituliskan, rumus persen kemiringan berbunyi:
$$ \text{persentase kemiringan} = \left(\frac{\text{tinggi}}{\text{jarak mendatar}}\right) \times 100 $$
Desimal yang Anda dapatkan sebelum dikalikan 100 juga merupakan pembilang setiap kali Anda ingin menyatakan angka yang sama sebagai pecahan per 100.
Contoh perhitungan: mencari tinggi naik dibagi jarak mendatar
Misalkan sebuah jalur menanjak 4 kaki pada bentang 50 kaki. Tinggi naik dibagi jarak mendatar menghasilkan 4 ÷ 50 = 0.08, dan 0.08 × 100 menghasilkan 8%, jauh lebih curam daripada kebanyakan trotoar yang dibangun. Sebaliknya, tanjakan 1-dalam-12 menghasilkan sekitar 8.33%, yang kebetulan merupakan batas maksimum yang diizinkan sebagian besar peraturan aksesibilitas.